Sabtu, 24 Maret 2012

TENTANG MASA REMAJA

Tentang Masa Remaja

Saat yang paling indah namun juga paling penuh dengan masalah dan ancaman bencana....  
IstimewaIstimewaMasa yang paling indah adalah masa remaja
Banyak orang sering berkata, masa yang paling indah itu adalah masa remaja. Huft, kenapa kok bisa dibilang seperti itu ya? Memang benar adanya masa yang paling berkesan di hati adalah masa remaja. Karena pada saat remaja, kita banyak mengalami suatu awal masa, di mana kita ingin mencari sesuatu yang namanya 'jatidiri'. Pada saat proses pencarian jatidiri kita pasti akan banyak menemukan masalah. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun.
Remaja atau adolescence, berasal dari kata Latin adoloscere (kata bendanya, adolescentia, yang berarti remaja), yang berarti 'tumbuh' atau 'tumbuh menjadi dewasa'. 

IstimewaIstimewa
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statement ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu, yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan 'masa badai dan tekanan' (storm and stress).

Mengapa bisa dikatakan masa remaja merupakan 'masa badai dan tekanan'? Karena setiap periode masa remaja mempunyai masalah sendiri-sendiri. Dan masalah masa remaja itu sering menjadi masalah yang sulit untuk diatasi, baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Banyak sekali problematika yang sulit kita hadapi pada saat usia remaja, contohnya adalah masalah percintaan, masalah berkenaan dengan rasa ingin tahu dalam segala hal, masalah-masalah internal yang sulit untuk diutarakan kepada orang lain, karena kebanyakan dari mereka merasa sudah mandiri dan sanggup menyelesaikan masalahnya sendiri, walaupun faktanya tidak seperti yang ia bayangkan.

Mereka berkeras ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orangtua, teman dan guru-guru. Karena ketidakmampuan mengatasi masalahnya sendiri, menurut cara yang mereka yakini, banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka. Seperti dijelaskan oleh Anna Freud, “Banyak kegagalan, yang seringkali disertai akibat yang tragis, bukan karena ketidakmampuan individu, tetapi karena kenyataan bahwa tuntutan yang diajukan kepadanya, justru pada saat semua tenaganya telah dihabiskan untuk mencoba mengatasi masalah pokok, yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan seksual yang normal” (50).

IstimewaIstimewaMasa yang paling indah adalah masa remaja.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja. 
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.
Lalu apa yang dimaksud masa yang paling indah adalah masa remaja?
Karena pada saat remaja, kita banyak mendapat sesuatu hal yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya, mulai dari memiliki sahabat dekat, teman 'curhat' dan banyak lagi kisah-kisah kehidupan remaja yang penuh warna. Semua hal yang kita rasakan di usia muda itu akan tumbuh secara alamiah, dan didasari juga oleh rasa penasaran dan ingin tahu yang besar. Pada saat kita mengenal rasa cinta terhadap lawan jenis, itu adalah sesuatu hal yang normal yang pasti akan dialami oleh setiap remaja.

Ketika remaja mulai mengenal cinta, tanpa ia sadari, sebenarnya semakin dalam pula rasa ingin tahunya tentang cinta terhadap lawan jenis. Dan bersamaan dengan itu, ia pun semakin tidak sadar bahwa ia akan segera memasuki gerbang masalah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Jadi, bagi siapa pun - remaja - yang saat ini merasakan rasanya berpacaran, jangan disesali jika saat ini sedang memiliki masalah dengan pasangan (pacar).

IstimewaIstimewaMemiliki masalah dengan pasangan di usia muda sebenarnya indah. Karena di saat itulah kita tidak akan pernah bisa melupakannya. Dan pada saat itu juga, kita mulai bisa belajar cara menyelesaikan masalah kita sendiri. Karena, kita sudah remaja. Kalau kita merasa tidak bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi, pastinya kita bisa mencari teman atau sahabat yang menurut kita bisa dijadikan tempat 'curhat'. Namun sebenarnya tak hanya teman atau sahabat, jika kita memiliki orangtua yang welcome dan memiliki sifat pengertian, terhadap masalah yang saat ini kita hadapi, tentunya kita juga bisa bercerita kepada mereka.

Tapi kalau kita memiliki orangtua yang kebetulan kolot atau tidak pengertian dengan masalah yang sedang kita hadapi, ya kita jangan memaksa untuk bercerita pada mereka. Bisa tambah masalah kita nantinya. Karena kita juga harus maklum kalau orangtua kita tidak bisa menerima cerita tentang masalah percintaan kita, sebab mereka kan lahir beda zaman dengan kita. Namun begitu, walau bagaimana pun, mencintai orangtua adalah hal utama, karena nyatanya merekalah orang pertama yang paling berjasa dalam hidup kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar